Senin, 27 Oktober 2014

Keadaan Alam & Aktivitas Penduduk Indonesia



Belasan ribu pulau tersebar di seluruh wilayah Indonesia, baik yang berukuran besar maupun kecil. Jumlah pulau di Indonesia seluruhnya mencapai 13.466 pulau. Luas wilayahnya mencapai 5.180.053 km2, terdiri dari daratan seluas 1.922.570 km2 dan lautan seluas 3.257.483 km2. Ini berarti wilayah lautannya tiga kali lebih luas daripada wilayah daratannya.


Peta Fisiografis Indonesia
Jika kita perhatikan keadaan pulau-pulau di Indonesia, tampak adanya berbagai macam bentuk muka bumi. Bentuk muka bumi pada umumnya, dan Indonesia pada khususnya dapat dibedakan menjadi dataran rendah, dataran tinggi, bukit, gunung, dan pegunungan. peta fisiografi Indonesia berikut ini memperlihatkan sebaran dari bentuk muka bumi di bumi Indonesia.
Peta Fisiografi Indonesia
Pada peta fisiografi yang menunjukkan bentuk muka bumi Indonesia, tampak sebaran bentuk muka bumi Indonesia mulai dataran rendah sampai pegunungan. Untuk memahami maksud peta tersebut, lihat legenda atau keterangan peta, warna kuning menunjukkan dataran rendah, warna hijau menunjukkan daerah perbukitan, sedangkan warna cokelat menunjukkan pegunungan.
Bagaimana pengaruh keragaman bentuk muka bumi Indonesia terhadap keragaman aktivitas penduduk Indonesia?
Secara umum, setiap bentuk muka bumi selalu menunjukkan bahwa pola aktivitas penduduk yang satu berbeda dengan daerah lainnya. Gambaran tentang keadaan muka bumi dan aktivitas penduduk Indonesia adalah sebagai berikut.

A. Dataran Rendah
               Salah satu bentuk muka bumi adalah dataran rendah yang merupakan hamparan luas tanah, bagian dari permukaan bumi dengan letak ketinggian 0-200 m dpal. Di daerah dataran rendah, aktivitas penduduk indonesia yang dominan adalah aktivitas permukiman dan pertanian. Di Pulau Jawa, lahan dataran rendah dimanfaatkan oleh penduduk untuk bercocok tanam padi sehingga Jawa menjadi pulau penghasil padi
terbesar di Indonesia.

Ada beberapa alasan terjadinya aktivitas pertanian dan permukiman di daerah dataran rendah, yaitu :
1.            Di daerah dataran rendah, pergerakan atau mobilitas dari satu tempat ke tempat lainnya mudah dilakukan oleh penduduk.
2.            Di daerah dataran, lahan yang subur banyak dijumpai karena biasanya berupa tanah aluvial atau hasil endapan sungai yang subur.
3.            Dataran rendah dekat dengan pantai sehingga banyak penduduk yang bekerja sebagai nelayan.
4.            Memudahkan penduduk untuk berhubungan dengan dunia luar melalui jalur laut.
Dengan berbagai keuntungan tersebut, banyak penduduk bermukim di dataran rendah.. Bencana alam yang berpotensi terjadi di dataran rendah adalah banjir, tsunami, dan gempa.



B. Bukit dan Perbukitan
Bentuk lain dari bentuk muka bumi adalah Bukit yang merupakan bagian dari permukaan bumi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah di sekelilingnya, dengan ketinggian kurang dari 600 m dpal. Bukit tidak tampak curam seperti gunung.


Perbukitan berarti kumpulan dari sejumlah bukit pada suatu wilayah tertentu.
Di daerah perbukitan, aktivitas permukiman penduduk tidak seperti di dataran rendah. Permukiman tersebar pada daerah-daerah tertentu atau membentuk kelompok-kelompok kecil. Penduduk biasanya memanfaatkan lahan datar yang luasnya terbatas di antara perbukitan. Permukiman umumnya dibangun di kaki perbukitan atau lembah perbukitan karena biasanya di tempat tersebut ditemukan mata air atau sungai sebagai sumber air untuk aktivitas penduduk.

Di daerah perbukitan, pada umumnya aktivitas pertanian adalah pertanian lahan kering. Pertanian lahan kering merupakan pertanian yang dilakukan di wilayah yang pasokan airnya terbatas atau hanya mengandalkan air hujan. Istilah pertanian lahan kering sama dengan ladang atau huma yang dilakukan secara menetap maupun berpindah-pindah seperti di Kalimantan. Tanaman yang ditanam umumnya adalah umbi-umbian atau palawija dan tanaman tahunan (kayu dan buah-buahan). Pada bagian lereng yang masih landai dan lembah perbukitan, sebagian penduduk juga memanfaatkan lahannya untuk tanaman padi
.Pertanian dilakukan dengan memanfaatkan lahan-lahan dengan kemiringan lereng tertentu.Untuk memudahkan penanam , penduduk menggunakan tekn. Aktivtas eknomi , khusus ik sengke dan dengan memotong bagian lereng tertentu agar menjadi datar. Teknik ini juga dapat bermanfaat menguragi erosi atau pengikisan oleh air


Aktivitas ekonomi di daerah perbukitan sulit berkembang menjadi sebuah pusat perekonomian. Di daerah perbukitan, mobilitas manusia tidak semudah di daerah dataran sehingga pemusatan permukiman dan industri relatif terbatas. Meskipun demikian, daerah perbukitan dapat dikembangkan menjadi daerah pariwisata karena panorama alamnya yang indah dan suhu udaranya yang sejuk. Aktivitas pariwisata yang dapat dikembangkan antara
lain wisata alam yang tujuannya menikmati pemandangan daerah perbukitan yang indah.

Seperti halnya dataran rendah, daerah perbukitan memiliki potensi bencana alam. Potensi bencana alam yang dapat terjadi di daerah perbukitan

C. Dataran Tinggi
Dataran tinggi adalah salah satu bentuk muka bumi yang merupakan daerah datar yang tingginya lebih dari 400 meter dpal. Daerah ini memungkinkan mobilitas penduduk berlangsung lancar seperti di dataran rendah. Oleh sebab itu, beberapa dataran tinggi di Indonesia berkembang menjadi pemusatan ekonomi penduduk.


Aktivitas ekonomi, khususnya pertanian, dilakukan dengan memanfaatkan lahan-lahan dengan kemiringan lereng tertentu. Agar mudah menanam, penduduk menggunakan teknik sengkedan dengan memotong bagian lereng tertentu agar menjadi datar. Teknik ini kemudian juga bermanfaat mengurangi erosi atau pengikisan oleh air.

Aktivitas pertanian juga berkembang di dataran tinggi. Di daerah ini, sebagian penduduk menanam padi dan beberapa jenis sayuran. Suhu yang tidak terlalu panas memungkinkan penduduk menanam beberapa jenis sayuran seperti tomat dan cabe. Sejumlah dataran tinggi menjadi daerah tujuan wisata. Udaranya yang sejuk dan pemandangan alamnya yang indah menjadi daya tarik penduduk untuk berwisata ke daerah dataran tinggi. Beberapa dataran tinggi di Indonesia menjadi daerah tujuan wisata
misalnya Bandung dan Dieng.

Potensi bencana alam di dataran tinggi biasanya adalah banjir. Karena bentuk muka buminya yang datar, dataran tinggi berpotensi menimbulkan genangan air. Tanda-tanda bencana banjir dan upaya menghindarinya telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.



D. Gunung dan Pegunungan
Gunung merupakan bagian dari permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekelilingnya. Biasanya bagian yang menjulang tersebut dalam bentuk puncak-puncak gunung dengan ketinggian 600 meter dpal atau lebih. Sedangkan pegunungan merupakan bagian dari daratan yang merupakan kawasan yang terdiri atas deretan gunung-gunung dengan ketinggian lebih dari 600 meter dpal.

Gunung berapi adalah gunung yang memiliki lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairan magma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Ciri gunung berapi adalah adanya kawah atau
rekahan. Sewaktu-waktu gunung berapi tersebut dapat meletus. Sebagian gunung yang ada di Indonesia merupakan gunung berapi yang aktif. Ciri gunung berapi yang aktif adalah adanya aktivitas kegunungapian seperti semburan gas, asap, dan lontaran material dari dalam gunung berapi.

Di Indonesia, sebagian besar gunung berapi tersebar di sepanjang Pulau Sumatra, Jawa sampai Nusa Tenggara. Gunung berapi juga banyak ditemui di Pulau Sulawesi dan Maluku. Beberapa gunung berapi di Nusantara sangat terkenal di dunia karena letusannya yang sangat dahsyat, yaitu gunung berapi Tambora dan Krakatau.


Penduduk yang tinggal di gunung atau pegunungan memanfaatkan lahan yang terbatas untuk pertanian. Lahan-lahan dengan kemiringan yang cukup besar masih dimanfaatkan penduduk. Komoditas yang dikembangkan di pegunungan biasanya adalah sayuran dan buah-buahan. Sebagian penduduk memanfaatkan lahan yang miring dengan menanam beberapa jenis kayu untuk dijual.

Seperti halnya di daerah perbukitan, aktivitas permukiman sulit dilakukan secara luas. Hanya pada bagian tertentu saja yang relatif datar dimanfaatkan untuk permukiman. Permukiman dibangun di daerah yang dekat dengan sumber air, terutama di daerah lereng bawah atau di kaki gunung. Selain pertanian, aktvitas lainnya di daerah pegunungan yang berkembang adalah pariwisata. Pemandangan alam yang indah dan udaranya yang sejuk menjadi daya tarik wisata.

Keragaman bentuk muka bumi ternyata diikuti pula oleh keragaman aktivitas penduduk dan komoditas yang dihasilkannya.


Konektivitas Antar Ruang dan Waktu

1.      Aspek Ruang

Ruang adalah tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian (Sumaatmadja, 1981). Ruang permukaan bumi tidak hanya sebatas tanah yang kita injak, tetapi ada udara, air, batuan, tumbuhan, hewan dan lain-lain. Batas ruang dapat diartikan sebagai tempat dan unsur-unsur lainnya yang memengaruhi kehidupan di permukaan bumi. Setiap ruang di permukaan bumi memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dengan lainnya. Perbedaan karakteristik ruang biasanya juga diikuti oleh perbedaan sumber daya yang dihasilkannya. Karena itu, tidak ada satu ruang pun yang mampu memenuhi seluruh kebutuhannya sendiri. Setiap ruang atau tempat memerlukan sumber daya dari tempat atau ruang lainnya. Dari sini, terjadilah  keterhubungan / konektivitas antara satu ruang dengan ruang lainnya. Conyohnya manusia yang tinggal di suatu ruang saling mengenal, saling berkomunikasi, dan saling
memerlukan dengan manusia yang tinggal di ruang lainnya.

2.      Aspek Waktu

Konsep waktu dalam sejarah mempunyai arti masa atau periode berlangsungnya perjalanan kisah kehidupan manusia. Pengetahuan tentang berbagai peristiwa yang terjadi pada masa lampau membantu kita memahami perubahan dan perkembangan masyarakat baik dari aspek ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan politik hingga kita memperoleh pelajaran tentang sebab-akibat, baik-buruk, atau benar-salah yang dapat dijaikan sebagai pedoman hidup pada masa mendatang. Peristiwa yang terjadi dalam suatu ruang seringkali tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan rangkaian peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelumnya. Sebagai contoh, kemerdekaan yang kita nikmati saat ini merupakan hasil dari perjuangan para pahlawan kita dulu. Oleh karena itu, kita harus menghargai jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan yang kita nikmati saat ini. Peristiwa yang terjadi di dalam suatu ruang tidak hanya dapat diamati dari ruang kecil saja seperti lingkungan sekitar rumah atau sekolah, namun juga dapat diamati dari ruang yang lebih besar seperti kota, provinsi, atau negara.
Hindu-budha
Tersebarnya agama hindu budha berawal dari golongan elite di istana,pada awalnya para masyarakat menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.
Dinamisme adalah mempercayai bahwa  setiap benda memiliki kekuatan ghaib,sedangkan animism adalah mempercayai bahwa setiap benda memiliki roh/jiwa. Berikut pengaruh dari agama hindu-budha yang masuk diindonesia:
Bidang politik:
System pemerintahan kerajaan dikenalkan oleh orang-orang India,dalam system ini dipilih kepala suku terbaik,lalu jika kepala suku sudah mangkat,atau meninggal digntikan oleh ahli waris secara turun temurun. Mulai dari sinilah muncul kerajaan-kerajaan seperti Kutai,Majapahit,Sriwijaya,dll.
Bidang social:
Muncul peraturan kasta,yang membedakan seseorang dari status sosialnya
1.     Kasta brahmana:pendeta,dan para sarjana
2.     Kasta ksatria:prajurit,pejabat,dan bangsawan
3.     Kasta waisya:pedagang,petani,dan pemilik tanah
4.     Kasta sudra:rakyat jelata dan pekerja kasar
Bidang pendidikan:
terdapat  lembaga-lembaga pendidikan semacam asrama ,yang mempelajari ilmu agama saja.
Bidang sastra&bahasa:
Digunakanya bahasa sanskerta dan huruf palawa oleh masyarakat Indonesia,pada masa kerajaan hindu budha di Indonesia,
Bahasa Sanskerta merupakan sebuah bahasa klasik India, sebuah bahasa liturgis dalam agama Hindu, Buddhisme, dan Jainismedan salah satu dari 23 bahasa resmi India. Bahasa ini juga memiliki status yang sama di Nepal,,Bahasa Sanskerta Weda atau disingkat sebagai bahasa Weda adalah bahasa yang dipergunakan di dalam kitab suci Weda, teks-teks suci awal dari India.(http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Sanskerta)
Aksara Pallawa atau kadangkala ditulis sebagai Pallava adalah sebuah aksara yang berasal dari India bagian selatan. Aksara ini sangat penting untuk sejarah di Indonesia karena aksara ini merupakan aksara dari mana aksara-aksara Nusantara diturunkan.
Di Nusantara bukti terawal adalah Prasasti Mulawarman di Kutai, Kalimantan Timur yang berasal dari abad ke-5 Masehi. Bukti tulisan terawal yang ada di Jawa Barat dan sekaligus pulau Jawa, yaitu Prasasti Tarumanagara yang berasal dari pertengahan abad ke-5, juga ditulis menggunakan aksara Pallawa.
Nama aksara ini berasal dari Dinasti Pallava yang pernah berkuasa di selatan India antara abad ke-4 sampai abad ke-9 Masehi. Dinasti Pallava adalah sebuah dinasti yang memeluk aliran Jainisme.(http://id.wikipedia.org/wiki/Aksara_Pallawa)
1.     Bidang arsitektur:
       Arsitektur mulai berpadu dengan gaya India yang akhirnya munculah pembuatan bangunan candi,yang awalnya juga dari arsitektur pada masa megaliktikum yaitu punden berundak,contoh-contoh peninggalan candi pada masa hindu budha adalah:
1.     Candi Borobudur
2.     Candi prambanan
3.     Candi pawon
4.     Candi mendhut
5.     Dsb.
Kehidupan masyarakat pada  masa islam
Ø Bidang politik:
System pemerintahanya bercorak islam,rajanya bergelar sunan atau sultan,seperti halnya wali,jika rajanya meninggal tidak dimakamkan dicandi,tapi dimakamkan secara islam.
Ø Bidang social:
Sudah tidak menerapkan peraturan kasta seperti kebudayaan hindu,karena pengaruh kebudayaan islam sangat kuat di masyarakat,hingga peraturan kasta pun dihapus dri masyarakat,dan di dalam agama islam pun,semua dipandang sama di mata tuhan.
Ø System penanggalan:
Sebelum budaya islam masuk,para masyarakat mengutung penanggalan berdasarkan nama nama pasaran seperti:pahing,legi,kliwon,wage,dll. Tapi semenjak budaya islam masuk system penanggalan diubah dengan mennggunakan perhitungan peredaran bulan(komariyah)
Ø Upacara adat:
Seperti grebeg maulid,sekaten,hari raya idul fitri&idul adha,dll
Ø Bidang pendidikan:
Mulai dikenalnya pesantren pesantren islam,dan mengajarkan ilmu islam,di pesantren para siswa tinggal di asrama di bawah bimbingan guru yang disebut kiai,namun seiring perkembangan jaman, pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu ilmu agama saja, namun juga ilmu ilmu umum.
Ø Arsitektur dan kesenian:
Pada awal masuknya islam masjid dibangun dengan menggunakan arsitektur hindumkubah di gantikan dengan atap tumpang atau atap bersusun,seni yang berkembang adalah seni kaligrafi,kaligrafi merupakan seni menulis bahasa arab yang diperindah.


1 komentar: